Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Untuk satuan pendidikan formal jenjang pendidikan dasar dan menengah, telah dikembangkan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah (SPMP Dikdasmen) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 Tahun 2016.


SPMP dikdasmen terdiri dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dikdasmen dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) Dikdasmen. SPMI dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui SNP. Sedangkan SPME dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait untuk melakukan fasilitasi dan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dan tingkat pencapaian mutu satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dan/atau program keahlian yang merupakan unit di luar satuan pendidikan.


SPME dikdasmen direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan, dan dikembangkan oleh pemerintah (Dirjen Dikdasmen dan LPMP) dan pemerintah daerah (dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dan TPMPD), Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan Badan Akreditasi Nasional (BAN) sesuai dengan kewenangannya. Dalam rangka memfasilitasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan oleh pemerintah daerah maka LPMP Kepulauan Bangka Belitung sebagai unit pelaksana teknis dari Dirjen Dikdasmen menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Eksternal bagi Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Bimtek SPME bagi TPMPD Tahun 2018 diselenggarakan pada tanggal 24 s.d. 27 Juli 2018 bertempat di Aula LPMP Kepulauan Bangka Belitung. Bimtek dihadiri 32 anggota TPMPD yang berasal dari Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Anggota TPMPD yang hadir tersebut terdiri dari unsur dinas pendidikan, dewan pendidikan dan perguruan tinggi.

Selama 4 hari, peserta mendapatkan materi penyegaran SPMP dari Kepala LPMP Babel, Peran dan Pembentukan TPMPD, Penerapan SPMI di Satuan Pendidikan, Pengembangan Kemampuan TPMPD dalam Pelaksanaan SPMI, Strategi Penerapan SPMI secara Berjenjang (Pengimbasan), Tugas TPMPD dalam Implementasi SPMI di Sekolah Imbas, Monitoring dan Evaluasi Penerapan SPMI di Daerah, Akselerasi Penerapan SPMI dan Peningkatan Mutu Melalui Kemitraan. Hasil akhir bimtek adalah Rencana Tindak Lanjut TPMPD sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Eksternal.

Menurut Kasi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan LPMP Babel, Edward, S.S., M.Pd. selaku Penanggung Jawab Kegiatan, bimtek bertujuan meningkatkan kompetensi TPMPD dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Eksternal. “Diharapkan anggota TPMPD provinsi, kabupaten dan kota yang terbentuk mampu membantu dinas pendidikan melaksanakan pendampingan SPMI di daerah dalam hal memantau, memfasilitasi dan mengevaluasi pemenuhan standar nasional di satuan pendidikan,” ujarnya mengakhiri pembicaraan. (*)


Kontributor (naskah) : Sugini
Kontributor (foto) : Angga